Review Film Horor, Death Bell (2008): Teror Ujian Akhir

Review Film Horor, Death Bell (2008): Teror Ujian Akhir 



Hai, Kawan-kawan Memoar Sinema. Kayaknya udah lama nggak review film horor Korea ya.

Film horor Korea terakhir yang Memoar Sinema review adalah Alice: Boy from Wonderland . Nah, kali ini, aku mau review film horor lawas Korea Selatan yang patut Opinian cobain.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Info Film

Judul: Death Bell, Midterm Exams: Blood

Sutradara: Chang

Penulis Naskah: Kim Eun Kyung, Chang

Genre: Thriller, Horor, Psikologi, Remaja

Pemain: Lee Beom Soo, Nam Gyu Ri, Kim Bum

Rilis: 7 Agustus 2008

Durasi: 88 menit

Negara: Korea Selatan 

Rating Usia: 15+


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Sinopsis Film Death Bell:

Pada malam ujian masuk universitas yang ditakuti, 24 nyawa dari siswa-siswa paling cerdas di sekolah menengah berada dalam bahaya. 

Mereka terkunci di dalam kelas dan sekolah tanpa ada tempat untuk melarikan diri, sebuah monitor televisi menyiarkan Hae Yeong, siswa teratas di sekolah tersebut, terikat dan duduk di kursi dalam akuarium yang perlahan mulai terisi air. 

Suara dari monitor mengumumkan bahwa jika 24 siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan ujian dalam waktu yang sudah diberikan, maka Hae Yeong akan mati dan begitu juga semua orang yang ditahan di dalam ruang kelas. Semuanya akan mati berdasarkan urutan ranking nilai ujian.

Dengan demikian dimulailah ujian yang akan menentukan hidup atau mati. Mereka semua harus berhasil agar bisa bertahan hidup.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Memoar Sinema masih nggak bisa lupa teror-teror yang dihadirkan dalam film Death Bell ini. Walaupun nggak bagus-bagus amat, mungkin dulu berasa super seram karena nontonnya masih muda. Aah, masih muda wkwkwk.

Death Bell adalah film horor Korea Selatan yang mendulang antusiasme di awal, saat mendengar judulnya. Memoar Sinema sendiri menonton film ini pada tahun 2010, hasil minta ke anak tetangga. Ya, maklumlah, zaman itu belum ramai platform buat nonton. Kemudian, menonton untuk yang kedua kalinya di channel Lejel TV.

Alasan utama tertarik menonton ini karena ada Kim Bum yang memang lagi rame-ramenya gara-gara BBF. Tapi, kehadiran Kim Bum tidak bisa jadi obat karena film ini memang lebih banyak nuansa takutnya ketimbang menikmati wajah Kim Bum wkwkwk....


Baca juga: REVIEW METAMORPHOSIS (2019): FILM HOROR KOREA

Review lainnya: FILM HOROR JADUL SERU DARI KOREA SELATAN: ACACIA (2003)


Review Film Death Bell: Ketegangan Nan Dramatis

Film ini dibuka dengan hal yang terkesan biasa saja. Kemudian, hal-hal mengganggu mulai muncul beberapa saat sebelum ujian dimulai. Beberapa elemen yang tidak bisa aku jelaskan lumayan memikat.

Meskipun terdapat beberapa adegan menakutkan, usaha berlebihan dalam menciptakan ketegangan terkadang menghasilkan adegan dramatis yang aneh.

Mungkin karena ketegangan film bukan hanya datang dari teror hantu melainkan banyaknya adegan-adegan gore. Rasanya memang ngeri-ngeri sedap.


Review Film Death Bell: Kelebihan Film

Beberapa plot twist yang muncul lumayan berhasil, meskipun aku memang bisa menebak sebagian cerita. Tapi, tetap seru kok.

Secara plot cerita, Death Bell cukup baik. Aku menikmati setiap adegan dan alur dengan isi penuh ketegangan, nuansa suspense, teror dan sedikit elemen romantis. Bahkan adegan gorenya cukup bagus sih.

Sinematografinya juga cukup bagus. Akting Lee Beom Soo dan Nam Gyu Ri sangat menjanjikan, di tengah akting beberapa pemain yang masih terasa kaku. Tapi, keseluruhan aktor pada keren-keren kok.

Oh ya, selain Kim Bum, penampilan Ham Eun Jung juga jadi kunci film ini.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film Death Bell: Kekurangan

Berlabel horor, dengan berbagai intensitas ketegangan yang dihadirkan, Death Bell masih punya porsi drama yang berlebihan untuk ukuran film horor. 

Meskipun punya alur bagus dan beberapa plot twist-nya lumayan nendang. Memang ada beberapa plot hole dalam film. Tapi, nggak gitu ngaruh kok.


Review Film Death Bell: Pelajaran yang Didapatkan dari Film Ini

Film ini mencerminkan tekanan akademis yang tinggi di kalangan murid Korea Selatan. Pesan yang dapat diambil adalah dampak negatif dari ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap hasil ujian dan prestasi.

Selain itu, dalam situasi sulit dan bahaya, film ini mengajarkan pentingnya kerjasama dan solidaritas antarindividu untuk menghadapi tantangan bersama. Terlebih saat menghadapi konsekuensi dari sebuah tindakan.

Nah, apa film ini masih cocok ditonton di zaman sekarang? Jawabannya, iya. Meski sudah bertahun-tahun berlalu, Death Bell masih sangat worth it untuk ditonton. Tapi, jangan berharap ada elemen horor yang baru, sebab daur ulang dari film sejenis ini sudah sangat banyak.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


So, terima kasih sudah membaca review film Death Bell. Tulisan ini bersifat personal ya ... mood saat Memoar Sinema menontonnya zaman dulu, tipe genre yang ditonton dan performa drama mempengaruhi ulasan yang kubuat. 


Komentar

Postingan Populer