Snowpiercer
Review Film Fiksi-Ilmiah: Snowpiercer (2013)
Review film bersama Kak Bi kembali, setelah ternyata beberapa hari ini belum review film lagi. Gimana kabarnya, Opinian? Ada yang masih menunggu review film dari Kak Bi?
Opinian, suka nonton film bergenre fiksi ilmiah atau pasca-apokaliptik gitu, nggak? Kalau suka, sepertinya review film Snowpiercer satu ini wajib dibaca bagi Opinian yang belum menonton filmnya. Eh, yang sudah nonton boleh banget baca dan tinggalkan pendapatmu soal film ini.
Simak ulasan selengkapnya di bawah ini yuk!
***
Gambar
Judul: https://www.themoviedb.org/movie/110415-snowpiercer
Sutradara: Bong Joon Ho
Penulis: Jacques Lob, Benjamin Legrand, Jean-Marc Rochette (Novel Grafis), Bong Joon Ho, Kelly Masterson ( Naskah)
Genre: Aksi, Drama, Sci-Fi, Thriller
Pemain: Chris Evans, Jamie Bell, Tilda Swinton, Song Kang Ho, Go Ah Sung
Rilis: 29 Juli 2013 (Internasional), 1 Agustus 2013 (Korea Selatan)
Durasi: 2 jam 6 menit
Negara: Korea Selatan, Republik Ceko, Amerika Serikat
Rating Usia: 18+
***
Baca juga: https://opinia.id/post/sejarah-tujuan-dan-pengertian-fotografi-351527
Review film lainnya: https://opinia.id/post/review-film-lara-croft-tomb-raider-2001-352824
Sinopsis dan Review Film Snowpiercer:
Pada tahun 2031, bumi mengalami pembekuan total akibat eksperimen pemanasan global yang gagal, hal ini membunuh hampir semua kehidupan di planet. Satu-satunya yang selamat adalah para penumpang kereta Snowpiercer, yang berkeliling dunia tanpa henti berkat mesin gerak abadinya.
Selama tujuh belas tahun, para penyintas hidup dalam kereta dengan sistem kelas yang ketat, para penumpang dibagi berdasarkan kelas sosial. Ini menciptakan hirarki yang ketat dan penuh ketidakadilan.
Di bagian belakang kereta, warga kelas bawah hidup dalam kondisi mengenaskan. Dipimpin oleh Curtis (Chris Evans), mereka bertekad untuk merebut kendali kereta dan mendistribusikan kekayaan secara merata kepada semua penumpang. Curtis dan kelompoknya harus menghadapi berbagai hal di setiap gerbong yang dilewati.
Setiap gerbong kereta menghadirkan tantangan baru yang harus mereka taklukkan. Sebuah revolusi pun dimulai, dengan tujuan mengubah tatanan yang ada dan memperjuangkan keadilan bagi semua pihak. Perjalanan ini menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan dan usaha untuk menciptakan perubahan.
***
Gambar
Review Film Snowpiercer: Rating 7 dari 10 untuk film yang menjadi debut film berbahasa Inggris dari sutradara Bong Joon Ho, sang sutradara Korea Selatan. Film ini sekitar 80% memakai bahasa Inggris.
Snowpiercer adalah film fiksi ilmiah pasca-apokaliptik dari Korea Selatan berbahasa Inggris yang tayang tahun 2013 dan dibuat berdasarkan novel grafis Prancis Le Transperceneige karya Jacques Lob, Benjamin Legrand dan Jean-Marc Rochette. Film ini disutradarai oleh Bong Joon Ho, dan ditulis juga oleh Bong Joon Ho bersama Kelly Masterson.
Review film lainnya: https://opinia.id/post/review-film-korea-selatan-the-sound-of-a-flower-2015-315457
Mungkin Anda sukai: https://opinia.id/post/review-film-anime-penguin-highway-2018-317603
Review Film Snowpiercer: Kelebihan Film
1. Chris Evans, Tilda Swinton, aktor Korsel Song Kang Ho dan Go Ah Sung memberikan penampilan menonjol, dengan akting kuat dan karakter yang berkesan. Penampilan mereka membantu membawa kedalaman emosional dalam film. Oh ya, bahkan kemunculan Go Ah Sung sebagai Yona jadi hal yang kutunggu-tunggu saat menonton film ini.
2. Meskipun punya beberapa hal yang agak membosankan, film ini punya adegan aksi yang intens dan tempo cerita yang lumayan cepat. Menurutku, hal ini berhasil menjaga penonton untuk tetap menonton dari awal hingga akhir. Setiap adegannya penuh dengan ketegangan dan kejutan.
3. Setting artistik kereta dan desain produksi yang detail menciptakan suasana unik dan menarik. Aku suka bagaimana setiap gerbong kereta punya ciri khasnya sendiri, unik aja rasanya plus menambah kekayaan visual film yang sebagian menggambarkan 'kemiskinan' dalam kereta.
4. Tema dan metafora yang ditampilkan entah kenapa sangat berkesan. Film ini menyajikan komentar dan masalah sosial yang kuat tentang kelas atau strata dan ketidakadilan. Semua ini menggunakan kereta sebagai metafora. Meskipun bukan konsep baru, dan rasanya seperti menonton Maze Runner atau The Hunger Games versi kereta, eksekusinya tetap bagus dan kasih dampak yang signifikan untuk 'kenyamanan' menonton.
Gambar
Review Film Snowpiercer: Kekurangan Film
1. Aku sempat mention soal 'membosankan' pada poin kedua di part kelebihan film. Ini karena pengembangan beberapa karakter dalam film terasa kurang memadai.
Banyak tokoh yang tampaknya penting, tapi malah tidak diberi cukup waktu untuk dikembangkan. Kayak, ya ngapain ada kamu kalau cuma gitu aja perannya??? Sehingga aku sebagai penonton kurang bisa terhubung atau peduli dengan keberadaan mereka ehehe....
2. Sebenarnya, ada beberapa ketidaklogisan dan plot hole dalam cerita, terutama terkait dengan cara kerja dan bagaimana kereta abadi ini beroperasi, serta dinamika sosial di dalamnya yang memang terkesan lebay. Ini agak menggangu dan terasa kurang realistis aja sih.
Bahkan 'si fiksi ilmiah'-nya semakin lama semakin tidak terasa saat film menjelang akhir, lebih berasa drama dan aksi aja. Ya, sebenarnya ini masalah ekspektasi sih, soalnya kalau baca informasi film 'fiksi ilmiah' memang bukan genre utama dari film ini.
3. Meskipun Snowpiercer berhasil menjaga ketegangan hingga akhir, endingnya malah tidak memberikan penyelesaian yang memuaskan. Endingnya, kurang memenuhi harapan yang sudah dibangun sepanjang film.
Endingnya bagaimana? Ya tonton sendiri saja biar tidak spoiler .... 🙈😅
***
Review film lainnya: https://opinia.id/post/review-film-a-quiet-place-2018-336919
Review film fiksi ilmiah lainnya: https://opinia.id/post/review-film-2067-2020-349539
Secara keseluruhan, kesimpulan dari review film Snowpiercer adalah film ini menarik untuk ditonton kok. Apalagi bagi pecinta pasca-apokaliptik dan genre aksi gitu, Snowpiercer wajib masuk salah satu list tontonanmu.
Sekian review film kali ini. Oh ya, mau mengingatkan bahwa review film ini bersifat personal ... mood saat menonton, tipe genre yang ditonton dan performa film mempengaruhi ulasan yang dibuat. Mohon maaf bila ada salah-salah kata.
Jangan lupa kunjungi juga https://linktr.ee/nurwahidahbi untuk informasi lainnya, follow akun Opinia Kak Bi untuk review film lainnya


Komentar
Posting Komentar