Pee Mak (2013): Horor Komedi Thailand Legendaris

Pee Mak (2013): Horor Komedi Thailand Legendaris



Review film Thailand yuk, kali ini film Thailand bergenre horor-komedi dan masuknya ke film lama karena tayang tahun 2013. Wah, tidak terasa 2013 itu 13 tahun yang lalu ya.

Oh ya, Thailand tuh unik ya? Film horor mereka, bikin merinding nggak ketulungan, kalau genre drama menguras air matanya nggak main-main, film komedi bisa sampai mengocok perut, bahkan untuk sekadar iklan ada aja ide absurd-nya. 

Nah, sepertinya kalau kamu penyuka film Thailand tidak asing dengan film Mario Maurer yang satu ini. Film horor-komedi yang wajib kamu tonton sekali seumur hidup. Yuk, simak ulasannya di bawah ini:


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖

Info Film

Judul: Pee Mak

Sutradara: Banjong Pisanthanakun

Penulis Naskah: Banjong Pisanthanakun, Nontra Kumwong, Chantavit Dhanasevi

Genre: Komedi, Horor, Romantis

Pemain: Mario Maurer, Davika Hoorne, Nattapong Chatpong Pongsatorn Jongwilas, Attharut Kongrasri

Rilis: 28 Maret 2013

Durasi: 1 Jam 51 Menit

Negara: Thailand

Rating Usia: 14+


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Sinopsis dan Review Film Pee Mak (2013):

Berlatar pada pertengahan abad ke-19 di Siam, selama era Raja Mongkut dan puncak Dinasti Rattanakosin, ketika Siam dilanda perang dengan kerajaan-kerajaan tetangga. Mak (Mario Maurer) diharuskan pergi berperang dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil, Nak (Davika Hoorne), di kota Phra Khanong, tidak jauh dari Bangkok. 

Di medan perang, Mak berteman dengan empat prajurit lain, yaitu Ter, Puak, Shin, dan Aey, setelah menyelamatkan nyawa mereka.

Setelah perang berakhir, Mak mengundang teman-temannya untuk mengunjungi rumahnya di Phra Khanong dan memperkenalkan mereka kepada istrinya yang cantik, Nak, serta bayi laki-laki mereka yang baru saja lahir, Dang. 

Namun, muncul desas-desus yang beredar di desa bahwa Nak sebenarnya telah meninggal saat melahirkan Dang. Pemilik toko minuman, Bibi Priak, yang menjadi sumber rumor malah ditemukan tewas mengapung di sungai beberapa hari kemudian.

Saat Mak dan teman-temannya tiba di Phra Khanong pada malam hari, mereka menemukan desa dalam keadaan sunyi. Mereka pun tiba di rumah Mak dan Nak, lalu Mak memperkenalkan Nak kepada teman-teman barunya.

Keesokan harinya, keempat pria tersebut mengunjungi pasar desa tetapi justru diabaikan oleh penduduk. Seorang penduduk desa pun coba memberi peringatan kepada Mak, tetapi dihentikan oleh anaknya. Teman-teman Mak membahas apa yang mereka dengar, tetapi mengabaikan rumor tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal. 

Lalu, salah seorang teman datang untuk menjemput Mak dan melihat bahwa rumahnya merupakan reruntuhan yang sudah tidak terawat. Dia juga melihat tempat tidur bayi Dang bergoyang sendiri dan melihat Nak bersikap tidak wajar.

Siapakah sosok Nak sesungguhnya? Apakah Mak bisa terus menerus mengabaikan semua peringatan orang-orang? Mampukah Mak memilih antara cinta atau menerima kenyataan yang mengerikan?


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Film Pee Mak adalah film komedi horor Thailand yang benar-benar berhasil menghibur Memoar Sinema. Film ini sendiri didasarkan pada cerita rakyat Thailand tentang hantu Nak dari Phra Khanong. Film ini dibintangi oleh Mario Maurer sebagai Mak dan Davika Hoorne sebagai Nak.

Pee Mak sangat berhasil memadukan unsur horor dan komedi dengan cara tradisional yang unik. Apalagi ini merupakan film yang meraih sukses besar di Thailand dan berhasil menarik perhatian penonton internasional.


Baca juga: REVIEW SERIES THAILAND: ENIGMA (2023)

Review lainnya: REVIEW FILM THAILAND: COMING SOON | FILM HOROR YANG DIANGKAT DARI KISAH NYATA


Review Film Pee Mak: Kelebihan Film 

1. Kombinasi komedi dan horornya berhasil dipadukan dengan baik. Film ini seperti tidak dimaksudkan untuk menakuti penonton, melainkan lebih ke menghiburnya. Sebenarnya banyak adegan lucu yang aku ingat, tapi memilih tidak dibahas biar esensi lucunya tetap berasa bagi yang pertama kali nonton film ini.

2. Para pemeran, terutama empat sahabat Mak, memiliki timing komedi yang sempurna dan chemistry mereka kuat. Rasanya jadi menyenangkan banget saat menonton, walau visual yang diperlihatkan cemong-cemong semua. Dialog dan adegannya juga bagus dan cocok dengan berbagi lelucon atau untuk adegan dramatis yang tegang. Bahkan beberapa di antaranya juga menyentuh hati.

3. Pee Mak mengangkat cerita rakyat Mae Nak, yang horor itu serta memberikan sentuhan humor yang menyegarkan dengan romansa tipis-tipis.

Romansanya mengangkat tema cinta abadi yang mengharukan, terutama dalam klimaks yang emosional di kuil Buddha itu.

4. Tema utama film ini sebenarnya tentang sepasang kekasih yang tidak membiarkan maut memisahkan mereka. Mungkin bagi sebagian orang film ya asal lucu dan menghibur aja. Tapi, bagiku feels horor dan dramanya juga dapat banget sih.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film Pee Mak: Kekurangan Film

1. Meskipun seru, beberapa bagian film memang terasa lambat dan bertele-tele sih, apalagi dengan perkembangan plot yang minim di bagian tengah film.

Untuk pembukaan yang bagian zaman perang itu bahkan terasa kurang meyakinkan. Ditambah memang alurnya terasa berputar-putar dan mengulang topik yang sama. 

Pokoknya, hanya bagian awal dan akhir yang ada perkembangan plotnya; bagian tengah terasa agak lambat. Sedangkan untuk keseruannya, bagian menuju tengah hingga menuju akhir yang paling seru. Mungkin, karena alurnya memang sederhana dan terlalu simpel.

2. Menyisipkan hubungan romantis ternyata kurang berefek. Alih-alih romansa untuk hubungan antara Mak dan Nak yang kurang terbangun dengan baik, drama di antaranya yang lebih terasa. Sehingga menurutku elemen romansa terasa sedikit kurang emosional.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Selebihnya, Pee Mak adalah sebuah film yang menyegarkan dan menghibur. Kapan lagi lihat Mario Maurer cemong-cemong? Tapi, tetap ganteng eheheh ....

Baik, sekian review film horor-komedi Thailand: Pee Mak. Film ini nggak bosan-bosan aku tonton ulang, walau harus 'skip' adegan yang menurut Memoar Sinema lambat dan membosankan. Tapi, untuk komedinya, juara banget sih. Cocok buat healing, sekaligus olahraga jantung dengan beberapa jumpscare.

So, terima kasih sudah membaca review film ini ya. Review film ini bersifat personal ... mood saat menonton, tipe genre yang ditonton dan performa film mempengaruhi ulasan yang dibuat. Mohon maaf bila ada salah-salah kata. 

Komentar

Postingan Populer