STARDUST (2007): Review Film Romantis Hollywood

STARDUST (2007): Review Film Romantis Hollywood


Review film kali ini datang dari film yang udah lumayan lawas yaitu Stardust. 

Mungkin saja ada anak Gen X penyuka fantasi yang belum pernah nonton ini, bisa banget baca dulu review filmnya dan putuskan mau nonton atau tidak ya....

Mari kita kupas film ini bersama-sama.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖

Info Film 

Judul: Stardust 

Sutradara: Matthew Vaughn

Penulis Naskah: Jane Goldman, Matthew Vaughn. Dibuat berdasarkan novel Neil Gaiman

Genre: Petualangan, Fantasi, Romantis, Keluarga

Pemain: Claire Danes, Charlie Cox, Ricky Gervais, Rupert Everett, Mark Strong, Peter O'Toole, Michelle Pfeiffer, Robert De Niro, Ian McKellen (Narator)

Rilis: 10 Agustus 2007

Durasi: 128 Menit

Negara: Amerika Serikat 

Rating Usia: 16+


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Sinopsis dan Review Film Stardust:

Pada tahun 1800-an, Tristan Thorn; seorang pemuda berasal dari desa kecil yang berbatasan dengan negeri ajaib bernama Stormhold. Telah berjanji kepada wanita yang dicintainya, Victoria, bahwa Tristan akan mengambilkan bintang jatuh untuk membuktikan cintanya. Victoria juga telah berjanji akan menikah dengannya jika Tristan berhasil membawakan bintang jatuh.

Demi mencapai Stormhold, Tristan harus melewati celah di tembok desa yang menghubungkan dunia nyata dengan dunia fantasi. Setibanya di Stormhold, Tristan sangat terkejut saat mengetahui bahwa bintang jatuh yang dicari bukan sekadar batu-batuan, melainkan berbentuk seorang gadis bernama Yvaine. 

Demi cintanya pada Victoria, Tristan menangkap Yvaine memakai tali sihir dan berjanji akan melepaskannya setelah berhasil membawa Yvaine pada Victoria. Ternyata, ada banyak pihak juga yang sedang mencari Yvaine yaitu tiga penyihir jahat yang menginginkan hati Yvaine untuk awet muda, para bajak laut hingga putra Raja.

Dalam perjalanannya, Tristan dan Yvaine harus melarikan diri, akankah Tristan berhasil memenuhi janji dan menemukan cinta sejatinya? 


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film Stardust, salah satu film yang menemani masa pra-remaja Kak Bi.

Dulu, nonton ini di tv 'berbayar', udah lama banget. Makanya review filmnya mungkin bakal singkat, karena akan kuulas apa yang masih diingat dan paling berkesan aja.

Sebenarnya mau nonton filmnya lagi sebelum diulas, tapi film 2023-an ke atas masih banyak yang belum Memoar Sinema nonton. Jadi, ya langsung review film ini saja tanpa rewatch. Tapi, tenang ya, saking memorable-nya film ini, Memoar Sinema cukup ingat beberapa adegan hanya dengan melihat foto-foto dan video trailernya.


Baca juga: REKOMENDASI ANIME TERBAIK VERSI MEMOAR SINEMA: ARRIETTY (2010)

Review lainnya: MILA IN THE MULTIVERSE (2023): REVIEW SERIES SCI-FI DISNEY


Review Film Stardust: Cerita Fantasi-Petualangan yang Berkesan

Film yang baru Memoar Sinema tonton di HBO secara diam-diam lewat tv milik Opa pada tahun 2009, padahal sudah rilis dari 2007 ini menghadirkan cerita fantasi-petualangan yang unik dan menyegarkan, dengan ceritanya yang berpusat pada Tristan dan si bintang jatuh bernama Yvaine.

Ceritanya unik karena menawarkan kisah fantasi yang segar dan tidak klise, berbeda dari kebanyakan film saat itu. Aku suka banget sama Yvaine si bintang jatuh, kemunculannya sangat ikonik. Trio penyihir juga punya selera humor walaupun mereka sejatinya jahat.

Banyak adegan ajaib dalam film Stardust, ceritanya dibalut humor, romansa, dan menegangkan juga, apalagi pas kejar-kejaran dengan para pemburu Yvaine. Nggak kebayang jadi Tristan sih, niat hati ngambil bintang jatuh eh malah dapat cewek cantik yang jadi incaran orang-orang, kerepotan nggak, tuh?

Oh ya, bahkan ada side-story dari Dunstan Thorn muda yang diperankan kesayangan Memoar Sinema, Ben Barnes. Di mana Dunston muda melewati tembok pembatas demi tiba di pekan raya Peri, dan dirinya bertemu seorang putri bernama Una yang ditangkap oleh penyihir.

Dari namanya saja kebayang 'kan siapa Dunstan Thorn dan siapa penyihir?


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film Stardust: Para Tokoh dan Daya Tarik Visualnya

Film ini diisi nama-nama yang bukan kaleng-kaleng dari dunia perfilman Hollywood, sebut saja Claire Danes  yang jadi Juliet Capulet di film Romeo dan Juliet (1996), Charlie Cox  yang jadi Daredevil, Ricky Gervais si Dr. McPhee dari Night at the Museum, hingga Michelle Pfeiffer dan Robert De Niro.

Karakter-karakter mereka dalam film ini sangat berkembang dengan baik. Tristan, yang diperankan oleh Charlie Cox, berhasil menunjukkan transformasi dari laki-laki canggung yang berjuang demi cinta bodoh, menjadi pahlawan yang pemberani. 

Yvaine, yang diperankan oleh Claire Danes, berhasil membawa karakter bintang jatuh yang kuat tapi juga agak lemah di waktu bersamaan. Robert DeNiro sebagai bajak laut Captain Shakespeare memberikan penampilan yang mengesankan, bersama para trio penyihir manipulatif itu.

Salah satu kelebihan utama film stardust adalah dunia fantasi yang berhasil dibangun, sangat mempermainkan imajinasi Memoar Sinema saat pra-remaja dulu. Sehingga setelah nonton ini dan Inkheart  (Kapan-kapan kita bahas), admin Memoar Sinema langsung bisa bikin cerpen fantasi eheheh.

Sebagai penonton benar-benar merasa terlibat dalam dunia Stormhold yang penuh dengan keajaiban dan makhluk mitos. Efek visual, sinematografi, dan tata suara dalam film ini sangat mendukung narasinya. Sesuka itu loh, iih jadi pengin rewatch.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film Stardust: Catatan Kecil

Sayangnya, film ini kurang mendapatkan promosi yang layak sih, soalnya rata-rata teman Memoar Sinema tidak tahu film ini loh. Padahal ini seru banget huhu....

Oh ya, sebagai catatan, kalau tidak salah nih ya .... Dikarenakan banyaknya alur cerita yang harus dijalin, beberapa bagian memang terasa sedikit terburu-buru dan memang ada beberapa elemen plot dalam film ini yang cukup mudah ditebak.

Namun, secara keseluruhan film ini bagus banget, catatan yang Memoar Sinema bahas di atas, lebih ke TMI aja sih. Film ini sangat menyenangkan dan layak untuk ditonton, terutama bagi penggemar genre fantasi. 

Mungkin film ini tidak sebesar Lord of the Rings atau Harry Potter, tapi tetap berhasil menghadirkan pengalaman yang penuh keajaiban dan petualangan memikat bagi Kak Bi. Mungkin kawan bakal suka, bisa cek di Netflix ya.

Terima kasih sudah baca review film Stardust, "Kala debu bintang jatuh, menjadi bagian dari hati. Saat itulah dia jatuh, jatuh cinta sampai mati." - Nurwahidah Bi, Memoar Sinema. *eyyakk*



Komentar

Postingan Populer