The Big Wedding (2013): Fans Ben Barnes? Baca Review Film Ini

The Big Wedding (2013): Fans Ben Barnes? Baca Review Film Ini


Poster The Big Wedding (2013) dan still photo
Poster The Big Wedding (2013) dan still photo


Selamat tahun baru 2026, Kawan-kawan semua!!! Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Well, aku mau tanya sesuatu nih. Bagaimana rasanya harus berpura-pura kalau rumah tangga sedang baik-baik saja demi anak yang akan menikah?

Baca review in, supaya saat kamu nonton film ini bisa ikutan greget yuk!


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Info Film 

Judul: The Big Wedding

Sutradara: Justin Zackham

Produser: Justin Zackham, Harry J. Ufland, Richard Salvatore, Anthony Katagas

Penulis Naskah: Justin Zackham, Jean-StΓ©phane Bron, Karine Sudan

Genre: Komedi, Drama, Romantis

Pemain: Robert De Niro, Diane Keaton, Katherine Heigl, Amanda Seyfried, Topher Grace, Susan Sarandon, Robbie Williams, Ben Barnes

Produksi oleh: Two Ton Films, Millennium Films

Distribusi oleh: Lionsgate

Rilis: 26 April, 2013

Durasi: 89 menit

Tipe: Movie 

Negara: Amerika Serikat 

Bahasa: Inggris 

Rating Usia: 18+ (Mengandung konten seksual)


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Sinopsis The Big Wedding:

The Big Wedding adalah film komedi Amerika Serikat berasal dari tahun 2013 yang ditulis dan disutradarai oleh Justin Zackham. Film ini adalah remake dari film asli Swiss-Prancis tahun 2006 berjudul Mon frère se marie (My Brother is Getting Married).

The Big Wedding adalah film bergenre drama-komedi tentang pasangan yang diam-diam telah bercerai, suatu saat terpaksa harus berpura-pura masih bersama, ketika keluarga mereka berkumpul untuk menghadiri acara pernikahan.

Pasangan itu adalah Don (Robert De Niro) dan Ellie (Diane Keaton), saat masih menikah keduanya dianugerahi dua anak. Lyla (Katherine Heigl) dan Jared (Topher Grace). Mereka juga mengadopsi seorang anak laki-laki dari Colombia, bernama Alejandro (Ben Barnes). 

Setelah bercerai, Ellie dengan senang hati pindah dari rumah dan Don menjalin hubungan dengan Bebe (Susan Sarandon); sahabat Ellie.

Saat Alejandro akan menikah, dia tidak pernah memberitahu ibu kandungnya bahwa orang tua angkatnya telah bercerai. Ketika ibu kandung Alejandro datang, dia mempertanyakan orang tua Alejandro. Demi ibu kandungnya, Alejandro meminta orang tuanya berpura-pura masih menikah. 

Pernikahan Alejandro pada akhirnya membawa berbagai macam hal yang memusingkan sekaligus menyenangkan.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Ini adalah sebuah film yang diawali dengan komedi segar, tapi berubah menjadi sesuatu yang biasa aja.

The Big Wedding awalnya menyajikan humor segar dan situasi yang konyol. Ketika mantan suami istri harus berperan sebagai pasangan yang bahagia. Selama 89 menit berbagai hal mulai terjadi, dan karakter-karakter lain dalam acara pernikahan membuat kekacauan.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Review Film The Big Wedding:

Kekuatan film ini terletak pada kemampuan para aktor utamanya. Bapak Robert De Niro, Ibu Diane Keaton, dan Ibu Susan Sarandon membawakan karakter mereka dengan baik dan memberikan performa yang menghibur. 

Setting outdoor film ini lumayan memanjakan mata. Bagus, Memoar Sinema suka. Namun, secara cerita. Film ini memang terasa cukup klise. Mungkin karena Memoar Sinema baru menontonnya hampir 10 tahun kemudian setelah film ini rilis, soalnya Memoar Sinema menonton ini baru di tahun 2923 karena kangen Akang Ben.

Sebenarnya, banyak hal-hal yang terlalu dipaksakan dari film ini. Terutama jokes yang dihadirkan dalam film, berasa lemah dan kurang lucu. Kayak apa sih? Kayak memaksa lucu dengan sitkom, tapi sebenarnya nggak lucu sama sekali gituloh. 

Hmm, selain itu, perkembangan beberapa karakter juga terasa dangkal dan kurang mendalam. Banyak pula adegan nggak perlu. 

Lalu, judulnya 'kan The Big Wedding entah kenapa nggak masuk aja sama filmnya itu sendiri, karena sepanjang 89 menit film ini lebih menceritakan soal permasalahan pribadi orang tua Alejandro. Ya, meskipun banyak karakter dapat panggung juga, durasi tiap karakter juga udah pas. Tapi, malah terlalu sering membahas orang tua Alejandro daripada acara pernikahan itu sendiri, bikin film ini jadi agak melenceng dari rencana pernikahan.

Hah, film ini nggak buruk, tapi nggak bagus juga sih menurutku Memoar Sinema. Film ini berisi masalah cinta segitigalah, masalah kehamilan, masalah perawanlah, masalah komunikasi dalam keluarga.


Baca juga: REKOMENDASI ANIME TERBAIK VERSI MEMOAR SINEMA: ARRIETTY (2010)

Review lainnya: FILM HOLLYWOOD 17 AGAIN (2009) INI INSPIRASI DARI DRAKOR 18 AGAIN


Dari yang terlihat di review online, katanya jokes-nya seperti ditujukan untuk umat Katolik. Mungkin ini alasannya Memoar Sinema kurang mudeng sama jokes-nya ya. Mohon maaf ....

Namun, banyak banget loh dialog yang membosankan dan seolah mencoba melucu tapi dialognya malah nggak lucu. Katanya ini komedi, tapi yang bisa bikin ketawa justru ekspresi dan kemampuan akting para pemain yang berhasil menyampaikan kelucuannya di mana. 

Setidaknya, The Big Wedding masih menawarkan beberapa momen lucu dan lumayan menghibur yang dapat membuat penonton tertawa berkat para pemainnya. 

Film ini juga menampilkan pesan-pesan tentang keluarga, kesetiaan, dan pengampunan yang pada akhirnya menghangatkan hati dan nggak begitu membuang waktu saat menontonnya.


➖➖🎞️🎞️🎞️➖➖


Sekian review pertama di tahun 2026, semoga bisa tetap konsisten membuat review film lawas di bawah tahun 2015. Supaya tetap bisa adik menonton sambil nostalgia.

Memoar Sinema undur diri, sampai ketemu di hari kamis ya. Terima kasih.

Komentar

Postingan Populer